2. Anak dimanja
Bapak ibu orang tua yang saya hormati,
Orang tua zaman sekarang cenderung memanjakan anak. Karena orang sekarang sudah tidak rekoso (hidup susah) seperti tahun 70 - 80 an. Orang sekarang makmur, semua fasilitas ada, zaman itu tranportasi saja sulitnya minta ampun, sekarang tranportasi umum bahkan kurang laku, karena banyaknya orang kaya. Sekarang hampir 80 % - 90% penduduk di Pulau Jawa ini punya yang namanya sepeda motor.
Karena peningkatan kemakmuran / perubahan tingkat kehidupan yang lebih baik inilah anak oleh orang tua tidak diminta untuk membantu pekerjaan-pekerjaan di rumah, sekedar menyapu, mencuci, bahkan untuk melipat selimut saja mungkin anak sekarang itu malas. Nah inilah sebenarnya mendidik yang kurang betul, jadi si anak ya harus dididik untuk mandiri. Kalau perlu menyapu, mencuci pakaian sendiri, dilatih masak yang mudah-mudah (dadar telur), buat mi, pentingnya apa, jika orang tua / pembantu tidak ada mereka bisa sendiri, tidak harus jagakan orang lain.
Saya sebagai seorang guru pernah bertanya kepada orang tua siswa yang anaknya nakal, di rumah bagaimana Bu? anak saya itu ya pak di rumah sudah tidak saya suruh apa-apa, melulu sekolah saja, bahkan kalau mau pergi ke sekolah itu semua perlengkapan (pakaian, sepatu) saya siapkan, bahkan disuruh belajar jawabnya si anak belajarnya di sekolah, lah ini bapak ibu sekalian, namanya MEMANJAKAN ANAK, anak semakin tergantung, merasa apa-apa terpenuhi, akhirnya tidak mandiri, bahkan hasilnya nakal di sekolah.
Bapak ibu semuanya mendidik anak untuk mandiri, tidaklah semacam mengekploitasi anak, tetapi sekedar penerapan kemandirian. Kenyataan sekarang ini orang perempuan sekarang ini masak telur dadar / ceplok saja tidak bisa. Ya mementingkan sekolah, belajar dan belajar, tetapi hidup mandiri juga penting.
Perlunya wawasan orang tua tentang bacaan-bacaan mendidik anak yang benar, jangan terlalu dikerasi jangan terlalu dimanja, beri pengertian-pengertian, jika begini nanti jadinya begitu, jika begitu jadinya begini dst.
Selamat menjadi orang tua yang sukses. Saya juga mohon doa dari bapak ibu sekalian.
Senin, 06 April 2009
Jumat, 03 April 2009
Mendidik anak di rumah
Bapak ibu orang tua yang saya hormati.
Sekarang mendidik anak di rumah gampang-gampang susah, kadang bagaikan makan buah simala kama, diketati nanti dikira orang tua kolot di los nanti anak yang jadi korban pergaulan yang negatif.
Contoh-contoh mendidik anak yang kurang baik, sehingga di sekolah menjadi anak yang nakal (berdasarkan pengalaman guru)
1. Anak dididik terlalu keras.
Sekarang mendidik anak di rumah gampang-gampang susah, kadang bagaikan makan buah simala kama, diketati nanti dikira orang tua kolot di los nanti anak yang jadi korban pergaulan yang negatif.
Contoh-contoh mendidik anak yang kurang baik, sehingga di sekolah menjadi anak yang nakal (berdasarkan pengalaman guru)
1. Anak dididik terlalu keras.
Anak melakukan kesalahan diberi hukuman dengan disabet dengan sapu (mungkin sapu lidi), dipukul pakai tangan, pakai kaki, dan ini diperlakukan sejak kecil (SD). Akibatnya di SMP anak menjadi kebal terhadap nasehat, terhadap hukuman lagi. Sehingga di sekolah menjadi anak yang nakal, teman diremehkan dalam kekuatan fisik, maka dia berani mukul temannya, sewenang-wenang dengan teman, bahkan jadi pemimpin tapi pemimpin anak nakal yang suka berkelahi.
Karena anak menjadi frustasi, putus asa begini salah begitu salah, takut dihukum keras lagi, menjadi anak jadi semakin nekat, berani dengan orang tua, berani dengan guru di sekolah, apalagi teman sekolah.
Hal ini yang repot sebenarnya siapa, jika di sekolah ya guru, jika di rumah ya orang tua.
Anak menjadi malas belajar, suka bolos, di kelas hanya mengganggu teman cari perhatian, cenderung kurang pandai.
Utamakan mendidik anak dengan memberi pengertian, menasehati dengan pelan, tunjukkan contoh-contoh jika anak tidak memperhatikan nasehat orang tua, beri pujian jika mendapat nilai baik, beri hadiah jika ada walaupun dengan sesuatu yang ringan / murah, tapi jangan berlebih.
Karena anak menjadi frustasi, putus asa begini salah begitu salah, takut dihukum keras lagi, menjadi anak jadi semakin nekat, berani dengan orang tua, berani dengan guru di sekolah, apalagi teman sekolah.
Hal ini yang repot sebenarnya siapa, jika di sekolah ya guru, jika di rumah ya orang tua.
Anak menjadi malas belajar, suka bolos, di kelas hanya mengganggu teman cari perhatian, cenderung kurang pandai.
Utamakan mendidik anak dengan memberi pengertian, menasehati dengan pelan, tunjukkan contoh-contoh jika anak tidak memperhatikan nasehat orang tua, beri pujian jika mendapat nilai baik, beri hadiah jika ada walaupun dengan sesuatu yang ringan / murah, tapi jangan berlebih.
Langganan:
Postingan (Atom)